Agrowisata Adiluhur “SAAALUUR”, Ikon Baru di Desa Wisata Adiluhur Kebumen

Logo Salur (Agrowisata Adiluhur)
Museum Desa Adiluhur
Pengembangan Salur dilihat dari Atas
Rumah Kaca Media Tanam Hidroponik
Desain Taman Salur

Agrowisata Adiluhur (Saaaluur) menjadi sebuah ikon baru dari Desa Wisata Adiluhur, Kebumen. Dana Bankeu Provinsi Jawa Tengah senilai 1 Milyar Rupiah yang diberikan kepada Desa Wisata Adiluhur melalui Pemdes Desa Adiluhur dimanfaatkan oleh Pengelola Desa Wisata untuk mengembangkan sebuah ikon wisata baru yang memanfaatkan potensi alam pedesaan di Desa Wisata Adiluhur.

Rencananya pembangunan “Saaaluur” akan dimulai di Bulan Agustus pasca wabah pandemi covid-19 diperkirakan akan berakhir. “Saaaluur” sendiri dibangun di lahan seluas sekitar 200 ubin yang merupakan hibah dari Pemdes Adiluhur kepada Bumdes Mulia Jaya Desa Adiluhur. Kawasan ini terintegrasi dengan beberapa obyek wisata yang ada di Desa Wisata Adiluhur seperti Taman Reptil Adiluhur (TARA) dan Kampung Wisata Inggris Kebumen (KWIK).

“Saaaluur” yang berkonsep agrowisata berbasis edukasi pertanian dan peternakan ini akan menjadi icon wisata yang unik mengingat dalam praktiknya nanti wisatawan tidak hanya diajak untuk berwisata saja, tetapi belajar dan mengeksplorasi kegiatan tradisional di pedesaan utamanya dalam bidang pertanian seperti menyemai benih padi (nyebar winih), menanam padi (matun), memanen padi (derep), dan yang seru juga akan ada aktivitas membajak sawah dengan menggunakan bajak tradisional yang ditarik dengan hewan kerbau. Seru bukan?

Apalagi di kawasan ini juga akan dibangun galeri museum pertanian kuno yang berisi barang-barang kuno peninggalan zaman dulu yang dilengkapi dengan outbond dan saung-saung kecil yang dapat digunakan oleh wisatawan untuk beristirahat sembari menyantap kuliner khas Desa Wisata Adiluhur.

DESA WISATA ADILUHUR, JUARA 1 DESA WISATA TERBAIK TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH 2019

Desa Wisata Adiluhur berhasil mencuri perhatian dewan juri dan para pengunjung stan Gelar Desa Wisata Jawa Tengah 2019 sejak awal kedatangan, itulah yang dilakukan oleh kontingen Desa Wisata Adiluhur, Kec. Adimulyo yang mewakili Kab. Kebumen dalam ajang tersebut. Acara yang digelar Tanggal 20-21 Juli 2019 di Lapangan Garnisun, Kota Semarang diikuti oleh 31 perwakilan dari seluruh kota/kabupaten di Jawa Tengah ini berlangsung sangat meriah. Acara yang dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, S.H. ini juga memberikan ruang promosi bagi para peserta Gelar Desa Wisata untuk mempromosikan segala potensi yang dimiliknya, tak terkecuali Kab. Kebumen yang menempati stan nomor urut 3. “Sejak awal kedatangan, Desa Wisata Adiluhur sudah mencuri perhatian dewan juri dan pengunjung dengan konsep stannya yang unik dari anyaman bambu dan gubug kecil mini di depan stan yang diisi penjual serabi tradisional yang menjajakan serabi dengan tungku gerabah tradisional,” ungkap Supardi Kepala Desa Adiluhur yang turut serta mendampingi peserta selama 2 hari. “Kita juga menampilkan Ebeg Pangeran Ula sebagai seni yang ditampilkan kepada dewan juri, selain itu untuk produk unggulan kami juga membawa minuman khas Adiluhur yaitu Telang Squash yang juga berhasil meraih juara kategori Produk Unggulan Terbaik di ajang ini.” Tambah Novanda Alim Setya N., S.S., M.Hum. selaku Ketua Desa Wisata Adiluhur.

 

 

 

 

Menurut Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jateng Prambudi Traju Trisno, penilaian mencakup pengelolaan berupa kelembagaan, surat keputusan desa wisata, aparatur, pengelolaan objek wisata, kuliner, apresiasi terhadap seni dan budaya, serta penataan stan. Dari berbagai penilaian itulah Dewan Juri memutuskan Juara 1 diraih oleh Desa Wisata Adiluhur Kab. Kebumen, disusul Juara 2 oleh Desa Wisata Tanalum Kab. Purbalingga, dan Juara 3 adalah Desa Wisata Jarum Kab. Klaten. Hadir mendampingi Kontingen Kab. Kebumen selama mengikuti Lomba Gelar Desa Wisata di Semarang yaitu Kepala Disporawisata Kab. Kebumen yang diwakili oleh Drs. H. M. Priyono, M.MPd selaku Sekretaris Disporawisata, Kabid Pemasaran Unggul Winarti, S,H., M.Si., Kasi Pengembangan SDM Pariwisata Muhammad Latif, dan Camat Adimulyo Heri Nugroho, S.H. “Kemenangan ini tidak hanya sebagai penghargaan dan eksistensi semata, tapi juga merupakan tanggung jawab yang harus diemban ke depannya untuk lebih menyiapkan Desa Wisata Adiluhur khususnya menjadi lebih baik kembali dan Kab. Kebumen pada umumnya, mengingat pada tahun 2020 nanti Kab. Kebumen akan menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Gelar Desa Wisata Jawa Tengah 2020.” Kata Unggul Winarti, S.H., M.Si. Dalam lomba tersebut Desa Wisata Adiluhur berhak atas trophi dan uang pembinaan sebesar Rp 15.000.000,00 untuk predikat Juara 1 Umum dan Rp 6.000.000,00 sebagai hadiah untuk kategori produk unggulan terbaik. Selama mengikuti lomba, stan Desa Wisata Adiluhur juga menjadi salah satu stan favorit yang dikunjungi oleh para pengunjung apalagi perwakilan desa wisata berhasil menarik perhatian dengan membawa koleksi reptil seperti ular dan iguana milik Taman Reptil Adiluhur (TARA) dan Kampung Wisata Inggris Kebumen (KWIK) yang merupakan obyek wisata yang berada di Desa Wisata Adiluhur.

ANEKA POTENSI DESA WISATA ADILUHUR, ADIMULYO, KEBUMEN

Destinasi Wisata Pilihan yang ada di Desa Adiluhur:

  1. Taman Reptil Adiluhur (TARA) merupaka objek wisata milik swasta atau pribadi yang dikeola oleh CV Taman Reptil Adiluhur yang didirikan tanggal 16 Agustus 2012. Sebuah objek wisata edukatif yang berisi berbagai koleksi reptil seperti ular, kadal, buaya, kura-kura, dan biawak dan berbagai hewan yang jinak. Dilengkapi terapi ikan dan bioskop mini.
  2. Kampung Wisata Inggris Kebumen (KWIK) yang dirintis tanggal 28 September 2017 atas inisiasi Paguyuban Mas dan Mbak Duta Wisata Kab. Kebumen dibantu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Kebumen pada waktu itu. Mengedukasi masyarakat di dukuh Alasmalang untuk belajar bahasa Inggris secara gratis. Sudah ada 20 ibu-ibu binaan aktif berbahasa Inggris yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) KWIK Berkah Mandiri. Rutin belajar setiap Minggu dan Senin pagi. KWIK sudah dibentuk Yayasan dan direncanakan awal tahun 2018 KWIK akan dikelola oleh BUMDES (Badan Usaha Milik Desa).
  3. Museum Desa Adiluhur merupakan sebuah museum pertanian rintisan yang dimiliki oleh Bumdesa Mulia Jaya Desa Wisata Adiluhur dimana didalamnya berisi berbagai macam barang-barang kuno peninggalan desa seperti peralatan pertanian kuno dari masa ke masa seperti garu, sabit, cangkul, wluku, dan masih banyak lagi.
  4. Padepokan Karate BKC (Bandung Karate Club) cabang Kebumen didirikan oleh Pak Sarengat yang berada di Dukuh Alangamba I, Desa Adiluhur. Sudah ada ribuan alumni dari padepokan ini yang tersebar di seluruh Indonesia. Dirintis sejak tahun 2000 dan menjadi wisata edukasi olahraga bagi yang ingin berlatih beladiri dan ketenangan jiwa raga.
  5. Seni Kuda Lumping Dukuh Alasmalang dirintis sejak tahun 2000 dan terkenal dengan pemain-pemainnya berupa gadis desa. Seni ini memiliki peralatan lengkap sebagai penunjang penampilan dan rutin mengadakan pertunjukkan seni di bulan-bulan tertentu atau saat hajatan sebagai hiburan. Dipimpin oleh Pak Supardi sebagai Kepala Desa, Pak Taruna dan Pak Mijo sebagai pembina.
  6. Cagar Budaya Serut atau Panembahan Serut berupa cagar budaya berupa pohon tua yang menjadi ‘babat alas desa’ atau leluhur desa dimana Mbah Jayadipa sebagai leluhur desa pernah bertapa di Dukuh Alasmalang dibawah Pohon Serut. Di komplek cagar budaya tersebut dibangun tempat peristirahatan bagi peziarah dan rutin digelar jabelan atau perebutan sesaji saat warga desa Adiluhur yang masih memegang teguh kepercayaan akan melaksanakan hajatan.
  7. Seni Islami Hadroh di Desa Adiluhur berkembang cukup pesat seiring dengan aktifnya Pemuda-Pemudi NU Desa Adiluhur yang ikut serta menghidupkannya. Seni tersebut biasa tampil di berbagai kegiatan agama dan sosial.
  8. Jamjaneng diikuti oleh orang-orang tua yang ada di Desa Adiluhur dimana dalam kegiatannya akan diisi kegiatan puji-pujian menyanyikan lagu Islami bernuansa adat jawa diiring alat musik rebana.
  9. Homestay atau tempat penginapan yang ada di Desa Adiluhur sudah terdata sebanyak 20 rumah yang dimanfaatkan bagi pelajar dan wisatawan yang akan belajar atau berwisata di Desa Adiluhur. Harga permalam mulai dari Rp 25.000,00 untuk satu orang yang menginap.
  10. Agrowisata Berbahasa Inggris tengah dikembangkan dan sudah dipraktikkan berupa area kampung edukasi yang mengintegrasikan pertanian dengan wisata edukasi berbahasa Inggris dimana pelajar atau wisatawan akan dipandu untuk berkeliling di desa Adiluhur mengenal berbagai potensi alam dan pertanian yang ada di Desa Adiluhur dengan menggunakan bahasa Inggris. Aktivitas yang dimaksud bisa menamam kangkung dengan pemandu berbahasa Inggris, menjala ikan, atau memberi makan ternak warga seperti kambing dan marmut.
  11. UMKM Desa Wisata Adiluhur yang sudah berjalan saat ini seperti Ibu-Ibu penjual makanan seperti lotek, tahu uleg, mie ayam, sosis, dan bakso. Ibu-Ibu juga diberdayakan untuk membuat jajanan tradisional seperti carabika, cucur, dan lapis, perajin anyaman dari bambu dan tali plastik daur ulang untuk membuat tas. Ada juga belimbing Madu dan Jambu Kristal, palawija seperti tomat, cabai, terong, dan lain-lain, perajin tempe dan pembuat seriping pisang dan sale goreng.